Oleh : Abu Muhammad Ma'ruf Al-Bimawi
Segala puji hanya milik Allah rabbul 'aalamin yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang hak, agar agama ini dimenangkannya diatas agama-agama yang lain walaupun orang-orang kafir dan sejenisnya sangat membencinya, sholawat serta salam semoga tetap tercurah pada Rasul akhir jaman Muhammad salallahu'alaihiwasallam serta keluarga dan para sahabat dan orang-orang yang senantiasa mengikuti mereka hingga hari kiamat.
Do'a adalah merupakan salah satu sarana yang paling ampuh untuk memohon dan meminta segala kebutuhan kita kepada Allah subhanahwata'ala, karena dengannya manusia merendahkan diri dihadapan-Nya sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah subhanahuwata'ala dalam beberapa firman-Nya dan juga dari hadits-hadits Rasulullah salallahu'alaihiwasallam.
Allah subhanahuwata'ala berfirman :
Artinya:
"Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas". (Qs:Al-A'raaf : 55)
Dan firman Allah subhanahuwata'ala
Atinya:
"Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah ) bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku" (Qs. Al-Baqarah : 186).
dan juga sabda Rasulullah salallahu'alaihiwasallam :
Artinya :
"Do'a adalah ibadah"
Akan tetapi banyak diantara manusia melakukan kesalahan dan kekeliruan didalam berdo'a serta tidak mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya, sebab kesalahan dan kekeliruan adalah juga merupakan salah satu sebab tidak terkabulnya do'a seseorang. Oleh karenanya kita harus melalui beberapa adab-adab dalam berdo'a jika do'a kita ingin dikabulkan oleh Allah subhanahuwata'ala dan salah satu adab berdo'a yang sering dilewatkan oleh kaum muslimin adalah mengangkat tangan dalam berdo'a, bilakah kita harus mengangkat tangan dalam berdo'a, bilakah kita tidak harus mengangkat tangan dalam berdo'a, semuanya telah dicontohkan oleh yang mulya Rasulullah salallahu'alaihiwasallam, sehingga kita tidak perlu lagi mereka-reka, menambah-nambah atau bahkan kita mengurangi tata cara berdo'a yang telah sempurna dicontohkannya.
Mengangkat tangan didalam berdo'a adalah merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulya serta penyebab terkbaulnya do'a.
Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu'anhu bahwa Nabi salallahu'alaihiwasallam bersabda :
Artinya " Sesungguhnya Rabb Kalian Maha Hidup lagi maha Mulya, Dia malu dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya dikembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapatkan apa-apa" (Hr. Abu Daud dalam sunannya dalam kitab shalat bab Do'a. At-Tarmidzi dalam sunannya dalam ba do'a dan imam Ahmad dalam Musnadnya dishohihkan oleh Imam Al-Bani rah.)
Syaikh Al-Mubarakfuri berkata bahwa lafazh hayyun berasala dari lafazh haya yang mermakna malu. Allah memiliki sifat malu yang sesuai dengan keagungan dzat-Nya, kita beriman tanpa menggambarkan sifat tersebut. Lafzh Kariim yang berarti Maha Memberi tanpa diminta dan dihitungn atau Maha Pemurah lagi Maha Memberi yang tidak pernah habis pemberian-Nya, Dia dzat Maha Pemurah secara mutlaq. Lafazh an Yarudahuma shifran artinya kosong tanpa ada sesuatu yang harus diberikan pada hamba-Nya yang meminta dan mengangkat tangan mengharap pada-Nya.(Mur'atul Mafatih 7/363)
Dari Anas radhillahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah salallahu'alaihiwasallam tidak berdo'a dengan mengangkat tangan kecuali dalam sholat istisqa'. (Hr. Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa 2/12. Shahih Muslim, Kitab Istisqa 3/24)
Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa hadits tersebut tidak menafikan berdo'a dengan mengangkata tangan akan tetapi menafikan sifat dan cara tertentu dalam menganngkat tangan pada saat berdo'a, artinya mengangkat tangan dalam do'a istisqa' memiliki cara tersendiri mungkin dengan cara mengangkat tangan tinggi-tinggi tidak seperti pada do'a-do'a yang lain yang mengangkat tangan sejajar denga wajah saja.
Berdo'a dengan mengangkat tangan hingga sejajar dengan kedua pundak tidaklah bertentangan dengan hadits di atas sebab beliau pernah berdo'a hingga kelihatan putih ketiaknya, maka boleh berdo'a mengangkat tangan dalam berdo'a hingga kelihatan putih ketiaknya, akan tetapi dalam shalat istisqa' dianjurkan lebih dari itu atau mungkin pada saat shalat istisqa kedua telapak tangan diarahkan ke bumi dan dalam do'a selain keduanya kedua telapak tangan diarahkan ke atas langit.
Imam Al-Mundiri mengatakan bahwa jika seandainya tidak mungkin menyatukan hadits-hadit di atas, maka pendapat yang menyatakan berdo'a dengan mengangkat tangan lebih mendekati kebenarran sebab banyak sekali hadits-hadits yang menetapkan mengangkat tangan dalam berdo'a, seperti yang telah disebut Imam Al-Mundziri dan Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Muhadzzab dan Imam Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad. Adapun hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari 'Amarah bin Ruwaibah bahwa dia melihat Bisyr bin Marwan mengangkat tangan dalam berdo'a, lalu mengingkarinya kemudian berkata : " saya melihat Rasulullah salallahu'alaihiwasallam tidak lebih dari ini sambil mengisyaratkan jari telunjuknya. Imam At-Thabari meriwayatkan dari sebagian salaf bahwa disunnahkan berdoa dengan mengisyaratkan jari telunjuk. Akan tetapi hadits di atas terjadi pada saat khutbah Jum'at dan bukan berarti hadits tersebut menafikan hadits-hadits yang menganjurkan mengangkat tangan dalam berdo'a. (Fathul Bari 11/146-147)
Akan tetapi dalam masalah ini terjadi kekeliruan, sebagian orang ada yang berlebihan dan tidak pernah sama sekali mau meninggalkan mengangkat tangan dalam berdo'a, dan sebagian yang lainnya tidak pernah sama sekali mengangkat tangan dalam berdo'a serta sebagian yang lain diantara keduanya, artinya mengangkat tangan waktu bedo'a yang memang sudah ada anjurannya dan tidak mengangkat tangan waktu berdo'a yang tidak ada anjurannya. Imam Al-Izz bin Abdussalam berkata tidak dianjurkan mengangkat tangan pada do'a iftitah atau do'a diantara dua sujud. tidak ada satu haditspun yang membenarkan pendapat tersebut, demikian juga tidak disunnahkan mengangkat tangan ketikan membaca do'a tasyahud dan tidak dianjurkan do'a mengangkat tangan kecuali pada waktu-waktu yang dianjurkan Rasulullah untuk mengangkat tangan. (Fatawa Al-Izz bin Abdussalam hal. 47)
Syaikh bin Baz berkata bahwa dianjurkan berdo'a mengangkat tangan karena demikian itu menjadi penyebab terkabulnya do'a berdasarkan firma Allah:
Artinya :" Sesungguhnya tuhan kalian Maha Hidup lagi Maha Mulya, Dia malu kepada hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya, dikembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa (Hr. Abu Daud)
dan sabda Rasulullah salallahu'alaihiwasallam.
Artinya " Sesungguhnya Allah Maha baik tidak menerima kecuali yang baik dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada para Rasul, Allah berfirman :
" Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, Jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah (Qs. 2:172)
Dan Firman Allah: " Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah ama yang shaleh. sesungguhnya Aku maha mengetahui apa yang kamu kerjakan". (Qs. Al-Mukminuun: 51)
Kemudian beliau menyebutkan seseorang yang lusuh mengangkat kedua tangannya kearah langit berdo'a: " Ya Rabbi, Ya Rabbi tetapi makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram serta darah dagingnya tumbuh dari yang haram, bagaimana do'anya bisa dikabulkan ?. (Hr. Muslim dalam kitab Zakat 3/85-86).
Tidak dianjurkan berdo'a mengangkat tangan Rasulullah salallahu'alaihiwasallam tidak mengangkat kedua tangannya waktu berdo'a seperti berdoa'a pada waktu sehabis salam dari shalat, membaca do'a diantara dua sujud, dan membaca do'a sebelum salam dari shalat serta pada waktu berdo'a dalam khutbah jum'at dan idhul fitri, tidak pernah ada hadits yang menerangkan bahwa Rasulullah berdo'a dengan mengangkat tangan pada waktu-waktu tersebut.
Rasulullah salallahu'alaihiwasallam adalah merupakan panutan kita dalam segala hal, apa yang ditinggalkan dan apa yang dilaksanakan adalah sesuatu yang baik untuk ummatnya, akan tetapi jika dalam khutbah Jum'at khatib membaca doa istisqa', maka dianjurkan mengangkat tangan dalam berdo'a sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah salallahu'alaihiwasallam. (Shahih Al-Bukhari, Bab Istisqa', bab Jama'ah mengangkat tangan bersama imam 2/21)
Dianjurkan mengangkat tangan dalam berdoa'a setelah shalat sunnah tetapi lebih baik jangan rutin melakukannya karena Rasulullah salallahu'alaihiwasallam tidak rutin melakukan perbuatan tersebut dan seandainya demikian, maka pasti kita menemukan riwayat dari beliau salallahu'alaihiwasallam dan para sahabat selalu menyampaikan segala tindakan dan ucapan beliau baik dalam keadaan mukim atau safar.
Dan tidak dianjurkan mengangkat tangan dalam membaca do'a thawaf sebab Nabi salallahu' alaihiwasallam berkali-kali melakukan thawaf dan tidak ditemukan ada satu riwayatpun yang menjelaskan bahwa beliau berdo'a mengangkat tangan pada saat thawaf.
Sesuatu yang terbaik adalah mengikuti contoh dari Rasulullah salallahu'alaihiwasallam dan sesuatu yang terburuk adalah mengikuti perbuatan bid'ah yang mengada-ngada dalam agama ini.
Kedua : Mengangkat tangan tinggit-tinggi dan mengarahkan keluar telapak tangan kearah langit dan dalam telapak tangan ke arah bumi. dari Anas bahwa beliau melihat Rasulullah salallahu'alaihiwasallam berdo'a saat istisqa'dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi dan mengarahkan telapak tangansebelah dalam ke arah bumi hingga terlihat putih ketiaknya. (Hr. Abu Daud dalam Sunannya Kitab Shalat bab Raf'ul Yadain fil Istisqa' 1/303 no. 1168. disahahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih sunan Abu Daud 1/226 no. 1035).
Demikian semoga artikel ini dapat bermanfaat bua kita semua. aamiin.
Rasulullah salallahu'alaihiwasallam adalah merupakan panutan kita dalam segala hal, apa yang ditinggalkan dan apa yang dilaksanakan adalah sesuatu yang baik untuk ummatnya, akan tetapi jika dalam khutbah Jum'at khatib membaca doa istisqa', maka dianjurkan mengangkat tangan dalam berdo'a sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah salallahu'alaihiwasallam. (Shahih Al-Bukhari, Bab Istisqa', bab Jama'ah mengangkat tangan bersama imam 2/21)
Dianjurkan mengangkat tangan dalam berdoa'a setelah shalat sunnah tetapi lebih baik jangan rutin melakukannya karena Rasulullah salallahu'alaihiwasallam tidak rutin melakukan perbuatan tersebut dan seandainya demikian, maka pasti kita menemukan riwayat dari beliau salallahu'alaihiwasallam dan para sahabat selalu menyampaikan segala tindakan dan ucapan beliau baik dalam keadaan mukim atau safar.
Dan tidak dianjurkan mengangkat tangan dalam membaca do'a thawaf sebab Nabi salallahu' alaihiwasallam berkali-kali melakukan thawaf dan tidak ditemukan ada satu riwayatpun yang menjelaskan bahwa beliau berdo'a mengangkat tangan pada saat thawaf.
Sesuatu yang terbaik adalah mengikuti contoh dari Rasulullah salallahu'alaihiwasallam dan sesuatu yang terburuk adalah mengikuti perbuatan bid'ah yang mengada-ngada dalam agama ini.
Cara mengangkat tangan dalam berdo'a
Ibnu Abbas berpendapat bahwa cara mengangkat tangan dalam berdo'a adalah kedua tangan diangkat hingga sejajar dengan kedua pundak, dan beristigfar berisyarat dengan jari, adapun ibtihal (Istighosah) dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi. (Sunan Abu Daud, bab Witir, bab Do'a 2/79 no. 1490 dishihkan oleh Al-Albani dalam sunan Abi Daud )
Imam Al-Qasim bin Muhammad berkata bahwa saya melihat ibnu umar berdo'a di Al-Qashi dengan mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua pundaknya dan kedua telapak tangannya dihadapkan kearah wajahnya. (Dishahihkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/147. dinisbatkan kepada Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad tetapi tidak ada).
Cara mengangkat tangan dalam berdo'a
Pertama : Mengangkat kedua tangan dan mengarahkan kedua telapak tangan ke wajah, berdasarkan riwayat dari Umair Maula Abi Al-Lahm bahwa dia melihat Nabi salallahu'alaihiwasallam berdo'a istisqa' di Ahjari Zait dekat denga Zaura' sambil berdiri mengangkat kedua telapak tangannya tidak melebihi diatas kepalanya dan mengarahkan kedua telapak tangan kearah wajahnya. (Hr. Abu Daud dalam Sunannya Kitab Shalat bab Raf'ul Yadain fil Istisqa' 1/303 no. 1168. disahahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih sunan Abu Daud 1/226 no. 1035).Kedua : Mengangkat tangan tinggit-tinggi dan mengarahkan keluar telapak tangan kearah langit dan dalam telapak tangan ke arah bumi. dari Anas bahwa beliau melihat Rasulullah salallahu'alaihiwasallam berdo'a saat istisqa'dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi dan mengarahkan telapak tangansebelah dalam ke arah bumi hingga terlihat putih ketiaknya. (Hr. Abu Daud dalam Sunannya Kitab Shalat bab Raf'ul Yadain fil Istisqa' 1/303 no. 1168. disahahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih sunan Abu Daud 1/226 no. 1035).
Demikian semoga artikel ini dapat bermanfaat bua kita semua. aamiin.
Dikutib dari kitab Jahalatun Nas fid Du'a karya Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih dengan sedikit tambahan dan pengurangan.
Bagikan Artikel ini







0 komentar:
Posting Komentar
Komentar disini