Oleh : Abu Muhammad Ma'ruf Al-Bimawi
Mendoakan orang kafir agar diberi rahmat dan pengampunan adalah diharamkan, dan barangsiapa yang melakukannya, maka dia telah berdosa dan tidak dikabulkan doanya Allah subhanahuwata'ala berfirman dalam surat At-Taubah : 113-114 yang artinya.
113. Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum Kerabat (Nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.
114. Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, Maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi Penyantun.
Imam At-Thabari berkata bahwa yang dimaksud dengan ayat diatas, tidak patut bagi Nabi Muhammad salallahu'alaihiwasallam dan orang-orang yang beriman memintakan ampun kepada Allah untuk orang-orang musyrik, meskipun mereka kerabatnya sendiri, setelah datang penjelasan dari Allah bahwa mereka termasuk penghuni Neraka jahim, artinya setelah mereka meninggal dunia dalam keaadaan syirik dan menyembah berhala maka jelas mereka termasuk penghuni Neraka. Sebab Allah telah memutuskan bahwa orang yang meninggal dunia dalam keadaan syirik tidak akan diampuni dosanya. Sehingga tidak patut seseorang meminta kepada Allah sesuatu yang telah diketahui bahwa Dia tidak mungkin melakukannya. Jika mereka berhujjah bahwa Nabi Ibrahim memintakan ampun kepada Allah untuk bapaknya, maka jawabannya bahwa permintaan ampun untuk bapaknya tidak lain hanyalah suatu janji yang telah diikrarkan kepada bapaknya. maka setelah jelas bahwa bapaknya adalah musuh Allah dia meninggalkannya dan berisigfar serta berlepas diri daripadanya dan lebih memilih Allah serta mendahulukan perintah-Nya. (Tafsir Thabari 11/30. ).
Dan boleh mendoakan kejelekan atas mereka agar dibutakan hati mereka dan tidak menerima cahaya iman. sebagaimana firman Allah dalam surat Yunus : 88-89 yang artinya.
88. Musa berkata: "Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, Ya Tuhan Kami - akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan Kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, Maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih."
89. AlIah berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang Lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak Mengetahui".
Dari Abdullah radhiyallahu 'anhu, dia berkata tatkala Rasulullah salallahu'alaihiwasallam berdiri shalat disamping Ka'bah, maka datanglah sekumpulan orang quraisy, ada seorang diantara mereka yang berkata: " Adakah diantara kalian yang mau mecari kotoran onta ?, baik berupa darah, kotoran atau usus-ususnya untuk dibawa kemari dan jika Muhammad sujud, kita letakkan kotoran tersebut diatas pundaknya. Lalu diantara mereka yang paling celaka mencari kotoran dan tatkala Rasulullah salallahu'alaihiwasallam sujud kotoran itu mereka letakkan diatas pundaknya sehingga beliau salallahu'alaihiwasallam tertahan disujudnya. Dan mereka tertawa terbahak-bahak melihat tontonan tersebut. setelah itu Juwairiyah menyampaikan kejadian tersebut kepada Fatimah, maka Fatimah segera datang ke tempat kejadian dan dalam keadaan beliu salallahu'alaihiwasallam bersujud fatimah menyingkirkan kotoran yang ada dipundak Rasulullah tersebu. Kemudian Fatimah mendatangi mereka dan menghardiknya. Seusai shalat Rasulullah salallahu'alaihiwasallam berdo'a: Ya Allah hancurkanlah kaum quraisy, Ya Allah hancurkanlah kaum quraisy, Ya Allah hancurkanlah kaum quraisy. Kemudia beliau salallahu'alaihiwasallam mendoakan mereka dengan menyebut namanya satu persatu: Ya Allah hancurkanlah Amr bin Hisyam, Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Walid bin Urbah, Umayyah bin Khalaf, 'Uqbah bin Abu Mu'ith dan Amarah bin Al-Walid. Abdullah berkata : " Demi Allah saya menyaksikan mereka semuanya terkapar mati di perang Badr. Dan Rasulullah salallahu'alaihiwasallam melaknat mereka semua pada waktu perang Badr. (HR. Al-Bukhari, kitab Ash-Shalat bab Mar'ah Tuthrah ala Mushalla minal 'Adza 1/131).
Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa sesekali Rasulullah salallahu'alaihiwasallam berdoa kepada Allah agar mereka dihancurkan dan kadang-kadang beliau Rasulullah salallahu'alaihiwasallam kepada Allah agar mereka diberi hidayah, pada saat Rasulullah salallahu'alaihiwasallam mendapat tekanan yang sangat dahsyat, maka beliau salallahu'alaihiwasallam menempuh cara yang pertama dan apabila banyak yang beriman dan yang lainnya diharapkan masuk islam, maka beliau berdoa kepada Allah aga mereka diberi hidayah.(Fathul Bari 6/126).
Dibolehkan mendoakan orang kafir agar Allah menahan hujan dari langitatau menurunkannya. Dari Masruq bahwa beliau berkata: Saya datang kepada Abdullah Ibnu Mas'ud dan dia berkata: Setelah lama kaum quraisy tidak menanggapi ajakan Rasulullah salallahu'alaihiwasallam, maka berliau berdoa agar tidak turun hujan kepada mereka dan terjadilah paceklik sehingga banyak yang meninggal dan memakan bangkai ata tulang. Kemudian Abu Sufyan mendatangi Rasulullah salallahu'alaihiwasallam dan berkata: wahai Muhammad, engkau datang menyuruh untuk menyambung kerabat, sesungguhnya kaummu banyak yang binasa, maka berdoalah kepada Allah. Lalu beilau membaca ayat 10 dalam surat Ad-Dukhan yang artinya:
" Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata" (Ad-Dukhan : 10)
Tetapi mereka kembali kafir kepada Allah, sebagaimana firman Allah yang turun pada saat perang Badr.
" (Ingatlah ) hari (ketika ) kami menghantamkan mereka dengan hantaman yang keras (Ad-Dukhan : 10).
Dan Dalam riwayat yang lain dari Mansyur bahwasannya Rasulullah salallahu'alaihiwa sallam berdoa agar turun hujan, maka seketika itu, hujan pun turun dengan lebat.
(Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa' 2/19)
(Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa' 2/19)
Dan boleh berdoa kepada Allah agar diberi hidayah berdasarkan hadist dari abu hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa dia berkata: Thufail bin Amr datang kepada Rasulullah salallahu'alaihiwasallam dan berkata: "Sesungguhnya kabila Daus banyak yang binasa karena mereka sering bermaksiat dan membangkang, maka berdoalah untuk mereka. maka Rasulullah salallahu'alaihiwasallam berdoa:
Ya Allah berilah petunjuk kabilah Daus (agar masuk Islam) dan datangkanlah mereka itu. (Shahih Al-Bukhari, Kitab Ad-Da'waat)
Dikutip dari kitab Jahalatun Nas Fid Du'a Karya Ismail bin Marsyud bin Ibrahim ar-Rumain
edisi Indonesia : Kesalahan Dalam Berdo'a
Bagikan Artikel ini







0 komentar:
Posting Komentar
Komentar disini